Gotong - royong perkhemahan SK Peserai

Sekejapnya masa berlalu, bagaikan mimpi... gambar ni kami sedang membuat menara (gajet) untuk perkhemahan pada tahun lepas.... Rasa macam xpercaya dah nak buat perkhemahan lagi pada hujung bulan ini ...


Tahun ini kami xpayah lagi susah nak tebang pokok buluh kerana sudah ada mesin pemotong .....

Sebatang buluh yang besar sudah selesai dibersihkan kemudian hendak di bawa ke sekolah untuk persiapan perkhemahan.

30 cara mendidik anak,,,

Tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:
  1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua). Kemudian cegahlah ia dari memandang makanan dan orang yang sedang makan.
  2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian.
  3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahawa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya mementingkan perut saja.
  4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.
  5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita.
  6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini.
  7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.
  8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy’ariyah, Mu’tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.
  10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.
  11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik.
  12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.
  13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.
  14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.
  15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.
  16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik.
  17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.
  18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.
  19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya.
  20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.
  21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.
  22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.
  23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.
  24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah.
  25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.
  26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu.
  27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.
  28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.
  29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-perintah.
Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustaz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan seboleh mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

Selamat Hari Guru Kepada Warga Pendidik....:)

Muke kepenatan selepas main ragbi... x saba nak menjamu selera....

Hadiah Sejambak bunga dari warga Sk Peserai kepada Guru Besar...

Semua guru menyanyikan lagu guru Malaysia dengan penuh bersemangat....

Sesi bergambar bersama guru - guru Sk Peserai... Suke sangat gambar la ni...semoga menjadi kenangan abadi..
Semua warga pendidik SK Peserai.... Selamat hari guru .... Terima kasih cikgu...

Team pemain ragbi yang gagah perkasa .... huhu

CINTA ADAM & HAWA



Syurga yang serba nikmat
........... Segala kesenangan ada di dalamnya. Semua tersedia apa saja yang diinginkan, tanpa bersusah payah memperolehinya. Sungguh suatu tempat yang amat indah dan permai, menjadi idaman setiap insan. Demikianlah menurut riwayat, tatkala Allah SWT. selesai mencipta alam semesta dan makhluk-makhluk lainnya, maka dicipta-Nya pula Adam ‘alaihissalam sebagai manusia pertama. Hamba yang dimuliakan itu ditempatkan Allah SWT di dalam Syurga (Jannah).
Adam a.s hidup sendirian dan sebatang kara, tanpa mempunyai seorang kawan pun. Ia berjalan ke kiri dan ke kanan, menghadap ke langit-langit yang tinggi, ke bumi terhampar jauh di seberang, maka tiadalah sesuatu yang dilihatnya dari mahkluk sejenisnya kecuali burung-burung yang berterbangan ke sana ke mari, sambil berkejar-kejaran di angkasa bebas, bernyanyi-nyanyi, bersiul-siul, seolah-olah mempamerkan kemesraan.
Adam a.s terpikat melihatnya, rindu berkeadaan demikian. Tetapi sungguh malang, siapalah gerangan kawan yang hendak diajak. Ia merasa kesepian, lama sudah. Ia tinggal di syurga bagai orang kebingungan, tiada pasangan yang akan dibujuk bermesra sebagaimana burung-burung yang dilihatnya.
Tiada pekerjaan sehari-hari kecuali bermalas-malas begitu saja, bersantai berangin-angin di dalam taman syurga yang indah permai, yang ditumbuhi oleh bermacam bunga-bunga kuntum semerbak yang wangi, yang di bawahnya mengalir anak-anak sungai bercabang-cabang, yang desiran airnya bagai mengandung pembangkit rindu.

Adam kesepian
Apa saja di dalam syurga semuanya nikmat! Tetapi apalah erti segalanya kalau hati selalu gelisah resah di dalam kesepian seorang diri?
Itulah satu-satunya kekurangan yang dirasakan Adam a.s di dalam syurga. Ia perlu kepada sesuatu, iaitu kepada kawan sejenis yang akan mendampinginya di dalam kesenangan yang tak terhingga itu. Kadangkala kalau rindu dendamnya datang, turunlah ia ke bawah pohon-pohon rendang mencari hiburan, mendengarkan burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan, tetapi aduh hai kasihan...bukannya hati menjadi tenteram, malah menjadi lebih tertikam. Kalau angin bertiup sepoi-sepoi basah di mana daun-daunan bergerak lemah gemalai dan mendesirkan suara sayup-sayup, maka terkesanlah di hatinya keharuan yang begitu mendalam; dirasakannya sebagai derita batin yang tegak di sebalik nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.
Tetapi walaupun demikian, agaknya Adam a.s malu mengadukan halnya kepada Allah SWT. Namun, walaupun Adam a.s malu untuk mengadu, Allah Ta'ala sendiri Maha Tahu serta Maha Melihat apa yang tersembunyi di kalbu hamba-Nya. Oleh itu Allah Ta'ala ingin mengusir rasa kesepian Adam.

Hawa diciptakan
Tatkala Adam a.s sudah berada di puncak kerinduan dan keinginan untuk mendapatkan kawan, sedang ia lagi duduk terpekur di atas tempat duduk yang berlapiskan tilam permaidani serba mewah, maka tiba-tiba ngantukpun datanglah menawannya serta langsung membawanya hanyut ke alam tidur.
Adam a.s tertidur nyenyak, tak sedar kepada sesuatu yang ada di sekitarnya. Dalam saat-saat yang demikian itulah Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibril a.s untuk mencabut tulang rusuk Adam a.s dari lambung sebelah kiri. Bagai orang yang sedang terbius, Adam a.s tidak merasakan apa-apa ketika tulang rusuknya dicabut oleh malaikat Jibril a.s.
Dan oleh kudrat kuasa Ilahi yang manakala menghendaki terjadinya sesuatu cukup berkata “Kun!” maka terciptalah Hawa dari tulang rusuk Adam a.s, sebagai insan kedua penghuni syurga dan sebagai pelengkap kurnia yang dianugerahkan kepada Adam a.s yang mendambakan seorang kawan tempat ia boleh bermesra dan bersenda gurau.


Pertemuan Adam dan Hawa
Hawa duduk bersandar pada bantal lembut di atas tempat duduk megah yang bertatahkan emas dan permata-permata bermutu manikam, sambil terpesona memperhatikan kecerahan wajah dari seorang lelaki kacak yang sedang terbaring, tak jauh di depannya.
Butir-butir fikiran yang menggelombang di dalam sanubari Hawa seolah-olah merupakan arus-arus tenaga elektrik yang datang mengetuk kalbu Adam a.s, yang langsung menerimanya sebagai mimpi yang berkesan di dalam gambaran jiwanya seketika itu.
Adam terjaga....! Alangkah terkejutnya ia ketika dilihatnya ada makhluk manusia seperti dirinya hanya beberapa langkah di hadapannya. Ia seolah tak percaya pada penglihatannya. Ia masih terbaring mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan apa yang sedang dilihatnya.
Hawa yang diciptakan lengkap dengan perasaan malu, segera memutar badannya sekadar untuk menyembunyikan bukit-bukit di dadanya, seraya mengirimkan senyum manis bercampur manja, diiringi pandangan melirik dari sudut mata yang memberikan sinar harapan bagi hati yang melihatnya.
Memang dijadikan Hawa dengan bentuk dan paras rupa yang sempurna. Ia dihiasi dengan kecantikan, kemanisan, keindahan, kejelitaan, kehalusan, kelemah-lembutan, kasih-sayang, kesucian, keibuan dan segala sifat-sifat keperibadian yang terpuji di samping bentuk tubuhnya yang mempesona serta memikat hati setiap yang memandangnya.
Ia adalah wanita tercantik yang menghiasai syurga, yang kecantikannya itu akan diwariskan turun temurun di hari kemudian, dan daripadanyalah maka ada kecantikan yang diwariskan kepada wanita-wanita yang datang dibelakangnya.
Adam a.s pun tak kurang gagah dan kacaknya. Tidak dijumpai cacat pada dirinya kerana ia adalah satu-satunya makhluk insan yang dicipta oleh Allah SWT secara langsung tanpa perantaraan.
Semua kecantikan yang diperuntukkan bagi lelaki terhimpun padanya. Kecantikan itu pulalah yang diwariskan turun temurun kepada orang-orang di belakangnya sebagai anugerah Allah SWT kepada makhluk-Nya yang bergelar manusia. Bahkan diriwayatkan bahawa kelak semua penduduk syurga akan dibangkitkan dengan pantulan dari cahaya rupa Adam a.s.
Adam a.s bangkit dari pembaringannya, memperbaiki duduknya. Ia membuka matanya, memperhatikan dengan pandangan tajam. Ia sedar bahawa orang asing di depannya itu bukanlah bayangan selintas pandang, namun benar-benar suatu kenyataan dari wujud insani yang mempunyai bentuk fizikal seperti dirinya. Ia yakin ia tidak salah pandang. Ia tahu itu manusia seperti dirinya, yang hanya berbeza kelaminnya saja. Ia serta merta dapat membuat kesimpulan bahawa makhluk di depannya adalah perempuan. Ia sedar bahawa itulah dia jenis yang dirindukannya. Hatinya gembira, bersyukur, bertahmid memuji Zat Maha Pencipta.
Ia tertawa kepada gadis jelita itu, yang menyambutnya tersipu-sipu seraya menundukkan kepalanya dengan pandangan tak langsung, pandangan yang menyingkap apa yang terselit di kalbunya.


Adam terpikat
Adam terpikat pada rupa Hawa yang jelita, yang bagaikan kejelitaan segala puteri-puteri yang bermastautin di atas langit atau bidadari-bidadari di dalam syurga.
Tuhan menanam asmara murni dan hasrat berahi di hati Adam a.s serta menjadikannya orang yang paling asyik dilamun cinta, yang tiada taranya dalam sejarah, iaitu kisah cinta dua insan di dalam syurga. Adam a.s ditakdirkan jatuh cinta kepada puteri yang paling cantik dari segala yang cantik, yang paling jelita dari segala yang jelita, dan yang paling harum dari segala yang harum.
Adam a.s dibisikkan oleh hatinya agar merayu Hawa. Ia berseru: “Aduh, hai si jelita, siapakah gerangan kekasih ini? Dari manakah datangmu, dan untuk siapakah engkau disini?” Suaranya sopan, lembut, dan penuh kasih sayang.
“Aku Hawa,” sambutnya ramah. “Aku dari Pencipta!” suaranya tertegun seketika. “Aku....aku....aku, dijadikan untukmu!” tekanan suaranya menyakinkan.
Tiada suara yang seindah dan semerdu itu walaupun berbagai suara merdu dan indah terdengar setiap saat di dalam syurga. Tetapi suara Hawa....tidak pernah di dengarnya suara sebegitu indah yang keluar dari bibir mungil si wanita jelita itu. Suaranya membangkit rindu, gerakan tubuhnya menimbulkan semangat.
Kata-kata yang paling segar didengar Adam a.s ialah tatkala Hawa mengucapkan terputus-putus: “Aku....aku....aku, dijadikan untukmu!” Kata-kata itu nikmat, menambah kemesraan Adam kepada Hawa.
Adam a.s sedar bahawa nikmat itu datang dari Tuhan dan cintapun datang dari Tuhan. Ia tahu bahawa Allah SWT itu cantik, suka kepada kecantikan. Jadi, kalau cinta kepada kecantikan berertilah pula cinta kepada Tuhan. Jadi cinta itu bukan dosa tetapi malah suatu pengabdian. Dengan mengenali cinta, makrifah kepada Tuhan semakin mendalam. Cinta kepada Hawa bererti cinta kepada Pencipta. Dengan keyakinan demikian Adam a.s menjemput Hawa dengan berkata: “Kekasihku, ke marilah engkau!” Suaranya halus, penuh kemesraan.
“Aku malu!” balas Hawa seolah-olah menolak. Tangannya, kepalanya, memberi isyarat menolak seraya memandang Adam dengan penuh ketakjuban.
“Kalau engkau yang inginkan aku, engkaulah yang ke sini!” Suaranya yang bagaikan irama seolah-olah memberi harapan.
Adam tidak ragu-ragu. Ia mengayuh langkah gagah mendatangi Hawa. Maka sejak itulah teradat sudah bahawa wanita itu didatangi, bukan mendatangi.
Hawa bangkit dari tempat duduknya, menggeser surut beberapa langkah. Ia sedar bahawa walaupun dirinya diperuntukkan bagi Adam a.s, namunlah haruslah mempunyai syarat-syarat tertentu. Di dalam sanubarinya, ia tak dapat menyangkal bahawa iapun terpesona dan tertarik kepada rupa Adam a.s yang sungguh indah.
Adam a.s tidak putus asa. Ia tahu itu bukan dosa. Ia tahu membaca isi hati. Ia tahu bukannya Hawa menolak, tetapi menghindarnya itu memanglah suatu perbuatan wajar dari sikap malu seorang gadis yang berbudi. Ia tahu bahawa di balik “malu” terselit “rasa mahu”. Kerananya ia yakin pada dirinya bahawa Hawa diperuntukkan baginya. Naluri insaninya bergelora.
Tatkala sudah dekat ia pada Hawa serta hendak mengulurkan tangan sucinya kepadanya, maka tiba-tiba terdengarlah panggilan ghaib berseru:
“Hai Adam....tahanlah dirimu. Pergaulanmu dengan Hawa tidak halal kecuali dengan mahar dan menikah!”.
Adam a.s tertegun, balik ke tempatnya dengan taat. Hawa pun mendengar teguran itu dan hatinya tenteram.
Kedua-dua manusia syurga itu sama terdiam seolah-olah menunggu perintah.


Perkahwinan Adam dan Hawa
Allah SWT. Yang Maha Pengasih untuk menyempurnakan nikmatnya lahir dan batin kepada kedua hamba-Nya yang saling memerlukan itu, segera memerintahkan gadis-gadis bidadari penghuni syurga untuk menghiasi dan menghibur mempelai perempuan itu serta membawakan kepadanya hantaran-hantaran berupa perhiasan-perhiasan syurga. Sementara itu diperintahkan pula kepada malaikat langit untuk berkumpul bersama-sama di bawah pohon “Syajarah Thuba”, menjadi saksi atas pernikahan Adam dan Hawa.
Diriwayatkan bahawa pada akad pernikahan itu Allah SWT. berfirman:
“Segala puji adalah kepunyaan-Ku, segala kebesaran adalah pakaian-Ku, segala kemegahan adalah hiasan-Ku dan segala makhluk adalah hamba-Ku dan di bawah kekuasaan-Ku. Menjadi saksilah kamu hai para malaikat dan para penghuni langit dan syurga bahawa Aku menikahkan Hawa dengan Adam, kedua ciptaan-Ku dengan mahar, dan hendaklah keduanya bertahlil dan bertahmid kepada-Ku!”.


Malaikat dan para bidadari berdatangan
Setelah akad nikah selesai berdatanganlah para malaikat dan para bidadari menyebarkan mutiara-mutiara yaqut dan intan-intan permata kemilau kepada kedua pengantin agung tersebut. Selesai upacara akad, dihantarlah Adam a.s mendapatkan isterinya di istana megah yang akan mereka diami.
Hawa menuntut haknya. Hak yang disyariatkan Tuhan sejak semula.
“Mana mahar?” tanyanya. Ia menolak persentuhan sebelum mahar pemberian ditunaikan dahulu.
Adam a.s bingung seketika. Lalu sedar bahawa untuk menerima haruslah sedia memberi. Ia insaf bahawa yang demikian itu haruslah menjadi kaedah pertama dalam pergaulan hidup.
Sekarang ia sudah mempunyai kawan. Antara sesama kawan harus ada saling memberi dan saling menerima. Pemberian pertama pada pernikahan untuk menerima kehalalan ialah mahar. Oleh kerananya Adam a.s menyedari bahawa tuntutan Hawa untuk menerima mahar adalah benar.


Mahar perkahwinan Adam
Pergaulan hidup adalah persahabatan! Dan pergaulan antara lelaki dengan wanita akan berubah menjadi perkahwinan apabila disertai dengan mahar. Dan kini apakah bentuk mahar yang harus diberikan?
Itulah yang sedang difikirkan Adam.
Untuk keluar dari keraguan, Adam a.s berseru: “Ilahi, Rabbi! Apakah gerangan yang akan kuberikan kepadanya? Emaskah, intankah, perak atau permata?”.
“Bukan!” kata Tuhan.
“Apakah hamba akan berpuasa atau solat atau bertasbih untuk-Mu sebagai maharnya?” tanya Adam a.s dengan penuh pengharapan.
“Bukan!” tegas suara Ghaib.
Adam diam, mententeramkan jiwanya. Kemudian bermohon dengan tekun: “Kalau begitu tunjukilah hamba-Mu jalan keluar!”.
Allah SWT. berfirman:
“Mahar Hawa ialah selawat sepuluh kali atas Nabi-Ku, Nabi yang bakal Kubangkit yang membawa pernyataan dari sifat-sifat-Ku: Muhammad, cincin permata dari para anbiya’ dan penutup serta penghulu segala Rasul. Ucapkanlah sepuluh kali!”.

Adam a.s merasa lega. Ia mengucapkan sepuluh kali salawat ke atas Nabi Muhammad SAW. sebagai mahar kepada isterinya. Suatu mahar yang bernilai spiritual, kerana Nabi Muhammad SAW adalah rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).
Hawa mendengarkannya dan menerimanya sebagai mahar.
“Hai Adam, kini Aku halalkan Hawa bagimu”, perintah Allah, “dan dapatlah ia sebagai isterimu!”.
Adam a.s bersyukur lalu memasuki isterinya dengan ucapan salam. Hawa menyambutnya dengan segala keterbukaan dan cinta kasih yang seimbang.
Allah SWT. berfirman kepada mereka:
“Hai Adam, diamlah engkau bersama isterimu di dalam syurga dan makanlah (serta nikmatilah) apa saja yang kamu berdua ingini, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini kerana (apabila mendekatinya) kamu berdua akan menjadi zalim”.
(Al-A’raaf: 19).
Dengan pernikahan ini Adam a.s tidak lagi merasa kesepian di dalam syurga. Inilah percintaan dan pernikahan yang pertama dalam sejarah ummat manusia, dan berlangsung di dalam syurga yang penuh kenikmatan. Iaitu sebuah pernikahan agung yang dihadiri oleh para bidadari, jin dan disaksikan oleh para malaikat.
Peristiwa pernikahan Adam dan Hawa terjadi pada hari Jumaat. Entah berapa lama keduanya berdiam di syurga, hanya Allah SWT yang tahu. Lalu keduanya diperintahkan turun ke bumi. Turun ke bumi untuk menyebar luaskan keturunan yang akan mengabdi kepada Allah SWT dengan janji bahawa syurga itu tetap tersedia di hari kemudian bagi hamba-hamba yang beriman dan beramal soleh.
Firman Allah SWT.:
“Kami berfirman: Turunlah kamu dari syurga itu. Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, nescaya tidak ada kekhuatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(Al-Baqarah: 38).

Cantiknye bunga sayur bendi...





5 TEKATEKI IMAM GHAZALI


1. Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia?
2. Apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia?
3. Apakah yang paling besar di dunia?
4. Apakah yang paling berat di dunia?
5. Apakah yang paling ringan di dunia?
6. Apakah yang paling tajam di dunia?

Pada suatu hari Imam Ghazali berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya beberapa soalan:

PERTAMANYA beliau bertanya apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia lalu muridnya menjawab :" Orang tua, guru, kawan dan sahabat". Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang diberikan adalah benar tetapi jawapan yang paling tepat sekali bagi soalan ini ialah 'mati'. Sila rujuk surah Ali 'Imran ayat 185

KEDUANYA beliau bertanya apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia lalu muridnya menjawab :" negara China, bulan, matahari dan bintang". Lalu Imam Ghazali menegaskan bahawa semua jawapan yang diberi adalah betul tetapi yang paling betul ialah 'masa lalu'. Walau dengan apa cara sekali pun kita tidak akan dapat kembali ke amasa lalu. Oleh sebab itu kita mesti menjaga hari ini dan hari mendatang dengan amalan soleh agar kita tidak sesal di kemudian hari nanti.

KETIGANYA beliau bertanya tentang apakah yang paling besar di dunia ini lalu muridnya menjawab: " Gunung, bumi, matahari". Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang diberi adalah tepat tetapi yang paling tepat ialah 'nafsu'. Maka kita mesti berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu mengheret kita ke neraka jahannam. Rujuk surah al-A'raf ayat 179

KEEMPAT belia bertanya tentang apakah yang paling berat di dunia lalu murudnya menjawab :" Besi, gajah". Imam Ghazali mengatakan bahawa semua jawapan adalah benar tetapi yang paling benar ialah 'menanggung amanah'. Segala tumbuhan, binatang, gunung ganang tidak sanggup memikul amanah tetapi manusia sanggup memikulnya ketika Allah meminta untuk memikul amanah khalifah di bumi. Manusia ramai yang rosak dan binasa kerana tidak mampu memikul amanah dengan baik akibat kecuaian dan kedegilan mereka dalam mengikut lunas yang telah ditetapkan oleh syarak.

KELIMA beliau menyoal tentang apakah yang paling ringan di dunia lalu muridnya menjawab :" Kapas, angin, debu dan awan". Imam Ghazali menyatakan bahawa semua jawapan yang diberi adalah benar tetapi yang paling benar ialah 'meninggalkan sembahyang' kerana manusia sering mempermudah dan meringankan sembahyang disebabkan terlalu mementingkan urusan dunia.

KEENAM beliau bertanya tentang apakah yang paling tajam di dunia lalu muridnya menjawab :' Pedang". Imam Ghazali mengatakan bahawa jawapan itu adalah betul tetapi yang paling betul ialah 'lidah manusia' di mana disebabkan lidah maka manusia suka menyakiti dan melukai perasaan orang lain sehingga berlakunya perbalahan dan perpecahan.

My Favourite Playlist


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com

Cara Melindungi Diri Dari Terkena Sihir


Pertamanya, perlu lebih berhati-hati dalam berjumpa, mendapatkan dan percaya dengan dukun-dukun. Ini kerana Nabi SAW pernah mengingatkan : "Sesiapa yang mendatangi tukang tilik dan tukang tenung ( bagi mendapatkan bantuan berkaitan ghaib), kemudian mempercayai ramalan si tukang/dukun tadi, maka ia (yang pergi berjumpa itu) telah pun kufur dengan agama Nabi Muhammad SAW " ( Riwayat Al-Bazar & Abu Ya'la, Albani : Sohih, Ghayatul Maram)

Kedua : Bagi melindungi diri dari sihir, yang terbaik adalah anda sentiasa menjaga solat lima waktu serta meningkatkan kualiti solat. Membaca al-Quran dan zikir secara berterusan dan komited. Ini ternyata dari firman Allah ertinya :

" Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Syaitan) terhadap hamba-hambaKu, kecuali (kamu punyai kuasa) ke atas mereka yang mengikut kamu, iaitu orang-orang yang sesat"
(Al-Hijr:42)

Juga satu lagi firman Allah SWT ertinya : "Sesungguhnya Syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya"
(An-Nahl :99)

Sebelum saya menyebut beberapa ayat yang boleh di amalkan bagi mengelak sihir, sesorang itu perlulah jelas beberapa fakta terlebih dahulu :-

1) Kewujudan sihir telah diiktiraf oleh Allah SWT di dalam al-Quran dan boleh datang dalam pelbagai bentuk.

2) Sihir boleh termasuk dalam perkara yang membawa sesuatu manfaat atau kejahatan . Ia berdasar firman Allah : " ... Mereka mengamalkan apa yang diajarkan oleh syaitan pada masa kerajaan Sulayman. Padahal Sulayman itu bukanlah dari golongan orang yang ingkar. Mereka mengajarkan manusia ilmu sihir, yang diturunkan kepada kedua malaikat di negeri Babel, iaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang pun sebelum mengatakan "sesungguhnya kami hanya cubaan dan janganlah kamu kufur dan menyalah gunakan ". Tetapi manusia mempelajari dari keduanya dan digunakan (mengikut ajaran syaitan) untuk mencerai beraikan suami isteri.... Bahkan mereka yang ingkar akan merasakan yang amalannya itu semata mata menyakitkan dan tidak memanfaatkan mereka pun"(Al-Baqarah :102)

3) Sihir tidak boleh berfungsi dan memberi sebarang kesan kecuali dengan izin Allah SWT , ia dari firman Allah SWT : "..Sesungguhnya mereka tidak dapat membinasakan sesiapa pun tanpa keizinan Allah.
(Al-Baqarah :102)

4) Amaran Allah dan RasulNya bagi pengamal ilmu sihir :-

Ertin firman Allah : " Oleh itu mereka akan ketahui dengan sepenuhnya sesiapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak akan mendapatkan bahagian yang baik di hari Akhirat kelak. (Al-BAqarah :102)

Sabda Nabi SAW tentang dosa besar sihir :

Ia berdasarkan hadith nabi SAW : Ertinya : "Jauhilah tujuh dosa besar, Syirik, Sihir, membunuh tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan peperangan (kerana takut) dan menuduh perempuan yang suci dengan zina ( tanpa saksi adil) " ( Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Beberapa cara di bawah bolehlah di amalkan untuk mengelak sihir :-

1) Al-Fatihah.

2) Membaca tiga surah terakhir atau 3 Qul setiap hari.

Ia berdasarkan hadith :

قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : إقراء قل هو الله أحد , والمعوذتين , حين تمسي و حين تصبح , ثلاث مرات تكفيك من كل شيء ( رواه أبو داود والترمذي )

Ertinya : Baginda S.A.W telah berkata kepadaku : "Bacalah Qul Huwa Allahu Ahad" (al-ikhlas) dan (surah an-Nas) dan (surah al-falaq) sebanyak 3 kali ketika pagi dan petang, ia mampu mencukupkan kamu dari segala sesuatu.( At-Tirmidzi, Bab Doa yang disebut Ketika Ingin Tidur, no 3570 ; Sunan Abu Daud, Bab Apa Yang Dibaca Ketika Subuh, no 5072 ( Nuzhatul Muttaqin, no 1457 , 2/229 ) At-Tirmidzi : Hasan Sohih, An-Nawawi : Sohih

3) Ayat al-Kursi selepas solat (iaitu surah Al-Baqarah ayat 255)

Dalilnya :

من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت ( رواه النس )

Ertinya : "Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap kali selepas solat, maka tiada siapa yang dapat menghalangnya dari memasuki syurga" (Riwayat an-Nasaie dan at-Tabrani dengan sanad salah satu antaranya Sohih. Antara yang mengatakan hadith ini sebagai SOHIH adalah Ibn Hibban, Abul Hasan (guru Ibn Munzir), Az-Zahabi, Ibn Hajar, Al-Qaradawi (Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Selepas Solat Fardhu, no 890, 1/426)

4)Membaca doa ini dengan setiap hari iaitu 3 kali :"Bismillahillazi La Yadhurru Ma'asmihi Syai un Fil Ardi Wala Fisamaie, wa huwas Sami'ul ‘Alim".

Dalilnya :-

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ما من عبد يقول في صباح كل يوم ومساء كل ليلة : " بسم الله الذي لا يضرّ مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء , وهو السميع العليم ", ثلاث مرات , إلا لم يضره شيء )) : (رواه ابو داود والترمذي )

Ertinya : Rasulullah S.A.W bersabda : ((Tiada seorang hamba pun yang berkata setiap pagi dan petangnya : "Dengan nama Allah yang tiada siapa mampu memudaratkan dengan namaNya samada di dunia mahupun di langit, dan Dialah maha mendengar lagi maha mengetahui" sebanyak 3 kali, kecuali tiada apa yang mampu memudaratkannya)) (Sohih Muslim, no 2731 (Nuzhatul Muttaqin, no 1413, 2/207)

5) Membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah pada waktu malam

من قرأ بالآتين من آخر سورة البقرة في ليلة كفتاه (رواه الشيخان )

Ertinya : "Barangsiapa membaca 2 ayat terakhir ( ayat no 285 dan 286 ) dari surah al-Baqarah dalam satu malam, maka 2 ayat itu telah pun mencukupi baginya"(Al-Bukhari & Muslim)

6) Membaca zikir : "La ilaha illah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ‘ala kulli syai'in Qodir " ( sepuluh kali )

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قال : لا إله إلا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد , يحي ويميت وهو على كل شيء قدير عشر مرات على إثر المغرب بعث الله مسلحة يحفظونه من الشيطان حتى يصبح , وكتب الله له عشرحسنات موجبات , ومحى عنه عشر سيئات موبقات , وكانت له بعدل عشر رقاب مؤمنات . (الترمذي )

Ertinya : Bersabdalah Nabi S.A.W : Barangsiapa menyebut : " Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagiNya kepujian, yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu"sebanyak seratus kali selepas solat Maghrib, nescaya Allah akan membangkitkan ia (di hari qiamat) dengan senjata yang mampu melindunginya dari Syaitan sehinggalah pagi esoknya, dan dituliskan baginya sepuluh kebaikan seperti pahala menunaikan perkara wajib, dan dipadamkan darinya sepuluh kejahatan seperti dosa-dosa besar. Dan ia standing dengan membebaskan 10 hamba wanita islam." (Sunan At-Tirmidzi, Bab Doa nabi SAW , no 3534 , hlm 802 ; At-Tirmidzi : Hasan Ghorib , Al-Albani : Hasan)

7) Membaca : " A'uzu bikalimatillah at-Tammati min syarrima Khalaq"

أما لو قلت حين أمسيت : (( أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق )) , لم تضرك (رواه مسلم وأبو داود)

Ertinya : Adapun jika engkau menyebut tatkala kamu berpetang-petang : (( Aku berlindung dengan kalimah Allah yang maha sempurna dari segala kejahatan makhluk)) , nescaya tiada sesuatu apa akan memudaratkanmu. ( Riwayat Muslim Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Yang Disebut Ketika Subuh, no 336, 1/225 )

Pertamanya, perlu lebih berhati-hati dalam berjumpa, mendapatkan dan percaya dengan dukun-dukun. Ini kerana Nabi SAW pernah mengingatkan : "Sesiapa yang mendatangi tukang tilik dan tukang tenung ( bagi mendapatkan bantuan berkaitan ghaib), kemudian mempercayai ramalan si tukang/dukun tadi, maka ia (yang pergi berjumpa itu) telah pun kufur dengan agama Nabi Muhammad SAW " ( Riwayat Al-Bazar & Abu Ya'la, Albani : Sohih, Ghayatul Maram)

Kedua : Bagi melindungi diri dari sihir, yang terbaik adalah anda sentiasa menjaga solat lima waktu serta meningkatkan kualiti solat. Membaca al-Quran dan zikir secara berterusan dan komited. Ini ternyata dari firman Allah ertinya :

" Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Syaitan) terhadap hamba-hambaKu, kecuali (kamu punyai kuasa) ke atas mereka yang mengikut kamu, iaitu orang-orang yang sesat"
(Al-Hijr:42)

Juga satu lagi firman Allah SWT ertinya : "Sesungguhnya Syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya"
(An-Nahl :99)

Sebelum saya menyebut beberapa ayat yang boleh di amalkan bagi mengelak sihir, sesorang itu perlulah jelas beberapa fakta terlebih dahulu :-

1) Kewujudan sihir telah diiktiraf oleh Allah SWT di dalam al-Quran dan boleh datang dalam pelbagai bentuk.

2) Sihir boleh termasuk dalam perkara yang membawa sesuatu manfaat atau kejahatan . Ia berdasar firman Allah : " ... Mereka mengamalkan apa yang diajarkan oleh syaitan pada masa kerajaan Sulayman. Padahal Sulayman itu bukanlah dari golongan orang yang ingkar. Mereka mengajarkan manusia ilmu sihir, yang diturunkan kepada kedua malaikat di negeri Babel, iaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang pun sebelum mengatakan "sesungguhnya kami hanya cubaan dan janganlah kamu kufur dan menyalah gunakan ". Tetapi manusia mempelajari dari keduanya dan digunakan (mengikut ajaran syaitan) untuk mencerai beraikan suami isteri.... Bahkan mereka yang ingkar akan merasakan yang amalannya itu semata mata menyakitkan dan tidak memanfaatkan mereka pun"(Al-Baqarah :102)

3) Sihir tidak boleh berfungsi dan memberi sebarang kesan kecuali dengan izin Allah SWT , ia dari firman Allah SWT : "..Sesungguhnya mereka tidak dapat membinasakan sesiapa pun tanpa keizinan Allah.
(Al-Baqarah :102)

4) Amaran Allah dan RasulNya bagi pengamal ilmu sihir :-

Ertin firman Allah : " Oleh itu mereka akan ketahui dengan sepenuhnya sesiapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak akan mendapatkan bahagian yang baik di hari Akhirat kelak. (Al-BAqarah :102)

Sabda Nabi SAW tentang dosa besar sihir :

Ia berdasarkan hadith nabi SAW : Ertinya : "Jauhilah tujuh dosa besar, Syirik, Sihir, membunuh tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan peperangan (kerana takut) dan menuduh perempuan yang suci dengan zina ( tanpa saksi adil) " ( Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Beberapa cara di bawah bolehlah di amalkan untuk mengelak sihir :-

1) Al-Fatihah.

2) Membaca tiga surah terakhir atau 3 Qul setiap hari.

Ia berdasarkan hadith :

قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : إقراء قل هو الله أحد , والمعوذتين , حين تمسي و حين تصبح , ثلاث مرات تكفيك من كل شيء ( رواه أبو داود والترمذي )

Ertinya : Baginda S.A.W telah berkata kepadaku : "Bacalah Qul Huwa Allahu Ahad" (al-ikhlas) dan (surah an-Nas) dan (surah al-falaq) sebanyak 3 kali ketika pagi dan petang, ia mampu mencukupkan kamu dari segala sesuatu.( At-Tirmidzi, Bab Doa yang disebut Ketika Ingin Tidur, no 3570 ; Sunan Abu Daud, Bab Apa Yang Dibaca Ketika Subuh, no 5072 ( Nuzhatul Muttaqin, no 1457 , 2/229 ) At-Tirmidzi : Hasan Sohih, An-Nawawi : Sohih

3) Ayat al-Kursi selepas solat (iaitu surah Al-Baqarah ayat 255)

Dalilnya :

من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت ( رواه النس )

Ertinya : "Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap kali selepas solat, maka tiada siapa yang dapat menghalangnya dari memasuki syurga" (Riwayat an-Nasaie dan at-Tabrani dengan sanad salah satu antaranya Sohih. Antara yang mengatakan hadith ini sebagai SOHIH adalah Ibn Hibban, Abul Hasan (guru Ibn Munzir), Az-Zahabi, Ibn Hajar, Al-Qaradawi (Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Selepas Solat Fardhu, no 890, 1/426)

4)Membaca doa ini dengan setiap hari iaitu 3 kali :"Bismillahillazi La Yadhurru Ma'asmihi Syai un Fil Ardi Wala Fisamaie, wa huwas Sami'ul ‘Alim".

Dalilnya :-

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ما من عبد يقول في صباح كل يوم ومساء كل ليلة : " بسم الله الذي لا يضرّ مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء , وهو السميع العليم ", ثلاث مرات , إلا لم يضره شيء )) : (رواه ابو داود والترمذي )

Ertinya : Rasulullah S.A.W bersabda : ((Tiada seorang hamba pun yang berkata setiap pagi dan petangnya : "Dengan nama Allah yang tiada siapa mampu memudaratkan dengan namaNya samada di dunia mahupun di langit, dan Dialah maha mendengar lagi maha mengetahui" sebanyak 3 kali, kecuali tiada apa yang mampu memudaratkannya)) (Sohih Muslim, no 2731 (Nuzhatul Muttaqin, no 1413, 2/207)

5) Membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah pada waktu malam

من قرأ بالآتين من آخر سورة البقرة في ليلة كفتاه (رواه الشيخان )

Ertinya : "Barangsiapa membaca 2 ayat terakhir ( ayat no 285 dan 286 ) dari surah al-Baqarah dalam satu malam, maka 2 ayat itu telah pun mencukupi baginya"(Al-Bukhari & Muslim)

6) Membaca zikir : "La ilaha illah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ‘ala kulli syai'in Qodir " ( sepuluh kali )

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قال : لا إله إلا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد , يحي ويميت وهو على كل شيء قدير عشر مرات على إثر المغرب بعث الله مسلحة يحفظونه من الشيطان حتى يصبح , وكتب الله له عشرحسنات موجبات , ومحى عنه عشر سيئات موبقات , وكانت له بعدل عشر رقاب مؤمنات . (الترمذي )

Ertinya : Bersabdalah Nabi S.A.W : Barangsiapa menyebut : " Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagiNya kepujian, yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu"sebanyak seratus kali selepas solat Maghrib, nescaya Allah akan membangkitkan ia (di hari qiamat) dengan senjata yang mampu melindunginya dari Syaitan sehinggalah pagi esoknya, dan dituliskan baginya sepuluh kebaikan seperti pahala menunaikan perkara wajib, dan dipadamkan darinya sepuluh kejahatan seperti dosa-dosa besar. Dan ia standing dengan membebaskan 10 hamba wanita islam." (Sunan At-Tirmidzi, Bab Doa nabi SAW , no 3534 , hlm 802 ; At-Tirmidzi : Hasan Ghorib , Al-Albani : Hasan)

7) Membaca : " A'uzu bikalimatillah at-Tammati min syarrima Khalaq"

أما لو قلت حين أمسيت : (( أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق )) , لم تضرك (رواه مسلم وأبو داود)

Ertinya : Adapun jika engkau menyebut tatkala kamu berpetang-petang : (( Aku berlindung dengan kalimah Allah yang maha sempurna dari segala kejahatan makhluk)) , nescaya tiada sesuatu apa akan memudaratkanmu. ( Riwayat Muslim Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Yang Disebut Ketika Subuh, no 336, 1/225 )

Pertamanya, perlu lebih berhati-hati dalam berjumpa, mendapatkan dan percaya dengan dukun-dukun. Ini kerana Nabi SAW pernah mengingatkan : "Sesiapa yang mendatangi tukang tilik dan tukang tenung ( bagi mendapatkan bantuan berkaitan ghaib), kemudian mempercayai ramalan si tukang/dukun tadi, maka ia (yang pergi berjumpa itu) telah pun kufur dengan agama Nabi Muhammad SAW " ( Riwayat Al-Bazar & Abu Ya'la, Albani : Sohih, Ghayatul Maram)

Kedua : Bagi melindungi diri dari sihir, yang terbaik adalah anda sentiasa menjaga solat lima waktu serta meningkatkan kualiti solat. Membaca al-Quran dan zikir secara berterusan dan komited. Ini ternyata dari firman Allah ertinya :

" Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Syaitan) terhadap hamba-hambaKu, kecuali (kamu punyai kuasa) ke atas mereka yang mengikut kamu, iaitu orang-orang yang sesat"
(Al-Hijr:42)

Juga satu lagi firman Allah SWT ertinya : "Sesungguhnya Syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya"
(An-Nahl :99)

Sebelum saya menyebut beberapa ayat yang boleh di amalkan bagi mengelak sihir, sesorang itu perlulah jelas beberapa fakta terlebih dahulu :-

1) Kewujudan sihir telah diiktiraf oleh Allah SWT di dalam al-Quran dan boleh datang dalam pelbagai bentuk.

2) Sihir boleh termasuk dalam perkara yang membawa sesuatu manfaat atau kejahatan . Ia berdasar firman Allah : " ... Mereka mengamalkan apa yang diajarkan oleh syaitan pada masa kerajaan Sulayman. Padahal Sulayman itu bukanlah dari golongan orang yang ingkar. Mereka mengajarkan manusia ilmu sihir, yang diturunkan kepada kedua malaikat di negeri Babel, iaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang pun sebelum mengatakan "sesungguhnya kami hanya cubaan dan janganlah kamu kufur dan menyalah gunakan ". Tetapi manusia mempelajari dari keduanya dan digunakan (mengikut ajaran syaitan) untuk mencerai beraikan suami isteri.... Bahkan mereka yang ingkar akan merasakan yang amalannya itu semata mata menyakitkan dan tidak memanfaatkan mereka pun"(Al-Baqarah :102)

3) Sihir tidak boleh berfungsi dan memberi sebarang kesan kecuali dengan izin Allah SWT , ia dari firman Allah SWT : "..Sesungguhnya mereka tidak dapat membinasakan sesiapa pun tanpa keizinan Allah.
(Al-Baqarah :102)

4) Amaran Allah dan RasulNya bagi pengamal ilmu sihir :-

Ertin firman Allah : " Oleh itu mereka akan ketahui dengan sepenuhnya sesiapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak akan mendapatkan bahagian yang baik di hari Akhirat kelak. (Al-BAqarah :102)

Sabda Nabi SAW tentang dosa besar sihir :

Ia berdasarkan hadith nabi SAW : Ertinya : "Jauhilah tujuh dosa besar, Syirik, Sihir, membunuh tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan peperangan (kerana takut) dan menuduh perempuan yang suci dengan zina ( tanpa saksi adil) " ( Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Beberapa cara di bawah bolehlah di amalkan untuk mengelak sihir :-

1) Al-Fatihah.

2) Membaca tiga surah terakhir atau 3 Qul setiap hari.

Ia berdasarkan hadith :

قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : إقراء قل هو الله أحد , والمعوذتين , حين تمسي و حين تصبح , ثلاث مرات تكفيك من كل شيء ( رواه أبو داود والترمذي )

Ertinya : Baginda S.A.W telah berkata kepadaku : "Bacalah Qul Huwa Allahu Ahad" (al-ikhlas) dan (surah an-Nas) dan (surah al-falaq) sebanyak 3 kali ketika pagi dan petang, ia mampu mencukupkan kamu dari segala sesuatu.( At-Tirmidzi, Bab Doa yang disebut Ketika Ingin Tidur, no 3570 ; Sunan Abu Daud, Bab Apa Yang Dibaca Ketika Subuh, no 5072 ( Nuzhatul Muttaqin, no 1457 , 2/229 ) At-Tirmidzi : Hasan Sohih, An-Nawawi : Sohih

3) Ayat al-Kursi selepas solat (iaitu surah Al-Baqarah ayat 255)

Dalilnya :

من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت ( رواه النس )

Ertinya : "Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap kali selepas solat, maka tiada siapa yang dapat menghalangnya dari memasuki syurga" (Riwayat an-Nasaie dan at-Tabrani dengan sanad salah satu antaranya Sohih. Antara yang mengatakan hadith ini sebagai SOHIH adalah Ibn Hibban, Abul Hasan (guru Ibn Munzir), Az-Zahabi, Ibn Hajar, Al-Qaradawi (Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Selepas Solat Fardhu, no 890, 1/426)

4)Membaca doa ini dengan setiap hari iaitu 3 kali :"Bismillahillazi La Yadhurru Ma'asmihi Syai un Fil Ardi Wala Fisamaie, wa huwas Sami'ul ‘Alim".

Dalilnya :-

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ما من عبد يقول في صباح كل يوم ومساء كل ليلة : " بسم الله الذي لا يضرّ مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء , وهو السميع العليم ", ثلاث مرات , إلا لم يضره شيء )) : (رواه ابو داود والترمذي )

Ertinya : Rasulullah S.A.W bersabda : ((Tiada seorang hamba pun yang berkata setiap pagi dan petangnya : "Dengan nama Allah yang tiada siapa mampu memudaratkan dengan namaNya samada di dunia mahupun di langit, dan Dialah maha mendengar lagi maha mengetahui" sebanyak 3 kali, kecuali tiada apa yang mampu memudaratkannya)) (Sohih Muslim, no 2731 (Nuzhatul Muttaqin, no 1413, 2/207)

5) Membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah pada waktu malam

من قرأ بالآتين من آخر سورة البقرة في ليلة كفتاه (رواه الشيخان )

Ertinya : "Barangsiapa membaca 2 ayat terakhir ( ayat no 285 dan 286 ) dari surah al-Baqarah dalam satu malam, maka 2 ayat itu telah pun mencukupi baginya"(Al-Bukhari & Muslim)

6) Membaca zikir : "La ilaha illah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ‘ala kulli syai'in Qodir " ( sepuluh kali )

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قال : لا إله إلا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد , يحي ويميت وهو على كل شيء قدير عشر مرات على إثر المغرب بعث الله مسلحة يحفظونه من الشيطان حتى يصبح , وكتب الله له عشرحسنات موجبات , ومحى عنه عشر سيئات موبقات , وكانت له بعدل عشر رقاب مؤمنات . (الترمذي )

Ertinya : Bersabdalah Nabi S.A.W : Barangsiapa menyebut : " Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagiNya kepujian, yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu"sebanyak seratus kali selepas solat Maghrib, nescaya Allah akan membangkitkan ia (di hari qiamat) dengan senjata yang mampu melindunginya dari Syaitan sehinggalah pagi esoknya, dan dituliskan baginya sepuluh kebaikan seperti pahala menunaikan perkara wajib, dan dipadamkan darinya sepuluh kejahatan seperti dosa-dosa besar. Dan ia standing dengan membebaskan 10 hamba wanita islam." (Sunan At-Tirmidzi, Bab Doa nabi SAW , no 3534 , hlm 802 ; At-Tirmidzi : Hasan Ghorib , Al-Albani : Hasan)

7) Membaca : " A'uzu bikalimatillah at-Tammati min syarrima Khalaq"

أما لو قلت حين أمسيت : (( أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق )) , لم تضرك (رواه مسلم وأبو داود)

Ertinya : Adapun jika engkau menyebut tatkala kamu berpetang-petang : (( Aku berlindung dengan kalimah Allah yang maha sempurna dari segala kejahatan makhluk)) , nescaya tiada sesuatu apa akan memudaratkanmu. ( Riwayat Muslim Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Yang Disebut Ketika Subuh, no 336, 1/225 )

Kemalangan mengerikan di depan SK Peserai

Hari ini 18.4.2010 aku baru sahaja pulang dari kebun jam 10.30 pagi melalui jalan di hadapan SK Peserai aku dapati satu kemalangan yang mengerikan di antara sebuah bas dengan motorsikal.

Semua kenderaan mulai perlahan bergerak di atas jalan raya di hadapan SK Peserai.

Beberapa buah kenderaan peronda polis sedang mengawal kesesakkan lalu lintas .

Begini lah keaadaan kemalangan yang mengerikan di antara sebuah bas dan motosikal yang meragut nyawa.

Bayangkan lah keadaan orang yang berada di bawah bas tersebut. Massyallah.... Ngeri!!!! Berhati-hatilah ketika memandu di samping berdoa dan bertawakal kepada Allah...

Majlis Tadarus Al-Quran Perigkat Daerah Batu Pahat


Peserta Tilawah Al-quran Adik Ummi Nor Jannah dari SK Pererai memulakan bacaan dari Surah An Naml dari ayat 15 - 22 .

Adik Arissya dari SK Peseserai baru sahaja selesai membaca rawi 5 dengan lancar dan teratur.

Wajah-wajah ceria jurulatih, guru pengiring dan para peserta apabila diumumkan johan keseluruhan MTQ pada tahun ini jatuh kepada Zon Semerah...

Ucapan tahniah dan syabas khas buat adik Arissya kerana telah mendapat Johan dalam pertandingan berzanji , x lupa juga kepada adik Ummi Nor Jannah terana mendapat tempat ketiga dalam pertandingan Tilawah Al-Quran.Permulaan yang sangat baik... teruskan usaha anda, mudah - mudahan tahun depan dapat dipertingkatkan pencapaiannya....

Subhanallah…Ada Sungai dalam Laut..!









“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ”
(QS Fushshilat : 53)


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
(Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat
Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20.
Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.


Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut

Allahu Akbar…!Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”


Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.


Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.